Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, SMANSABAR Gelar Workshop STEM Dan Penyusunan Modul Ajar Kokurikuler
[Banyuatis] — STEM adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering, and Mathematics (Sains, Teknologi, Teknik/Rekayasa, dan Matematika).
Dalam dunia pendidikan, STEM adalah sebuah pendekatan pembelajaran interdisipliner (terpadu) yang menggabungkan keempat disiplin ilmu tersebut untuk menyelesaikan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam rangka memperkuat kompetensi pendidik dan meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, SMA Negeri 1 Banjar sukses menggelar serangkaian workshop edukatif pada Rabu, 22 Juli 2026. Berlokasi di ruang aula, kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini diikuti secara antusias oleh seluruh jajaran guru.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 09.00 dengan Workshop Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ayuk Ratna Puspaningsih, S.Pd., M.Pd., seorang pendidik dari SMAN 1 Bali Mandara.
Dalam pemaparannya, beliau membagikan wawasan mendalam mengenai strategi integrasi metode STEM untuk memicu daya kritis, kreativitas, dan keterampilan pemecahan masalah bagi siswa di era modern.
Setelah rehat siang, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Penyusunan Modul Ajar Kokurikuler bersama Pengawas Sekolah, Putu Rusmila Dewi Kesiman, S.Pd., M.Pd.
Modul Ajar Kokurikuler adalah dokumen panduan pembelajaran yang dirancang khusus untuk mendukung, memperdalam, atau memperkaya kegiatan kokurikuler sekolah (kegiatan di luar jam pelajaran reguler/intrakurikuler yang bertujuan untuk memperkuat karakter dan capaian pembelajaran siswa).
Jika modul ajar biasa (intrakurikuler) fokus pada penyampaian materi mata pelajaran harian di kelas, Modul Ajar Kokurikuler fokus pada penguatan sikap, kepribadian, keterampil hidup (life skills), serta penerapan nilai-nilai kurikulum melalui kegiatan praktik, proyek, atau penugasan terstruktur.
Sesi kedua ini tidak hanya berisi pemaparan teori, tetapi juga kerja praktik secara berkelompok. Para peserta dibagi menjadi 7 kelompok kerja yang bertugas menyusun modul ajar kokurikuler dengan mengacu pada 8 Dimensi Lulusan yang tercantum dalam dokumen kurikulum sekolah.
Melalui kerja kelompok ini, setiap pendidik berkolaborasi secara aktif merancang modul yang terstruktur, terukur, dan selaras dengan target capaian kelulusan siswa.
Rangkaian workshop ini menjadi amunisi penting bagi para pendidik untuk terus berinovasi, baik dalam penyampaian materi STEM maupun penyusunan dokumen kokurikuler yang aplikatif berbasis dimensi lulusan.
Melalui kegiatan pelatihan padat karya ini, SMA Negeri 1 Banjar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan profesionalisme guru demi menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi para siswa.
0 Komentar